Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts
Friday, August 11, 2017

Penumpang Bayar Lebih Ongkos Taksi Online, Ia Malah Dipukuli Si Sopir Taksi Online. Kok Bisa?





Selasa kemarin menjadi hari buruk bagi TH (22) warga Sampang, Jawa Timur. Dirinya menjadi korban penganiyaan pengemudi taksi online saat menumpang dari Ciracas, Jakarta Timur menuju Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Saat dikonfirmasi, TH menuturkan kronologi penganiayaan berawal, ketika dirinya memesan taksi online melalui aplikasi pada Selasa (8/8) selepas Maghrib.

Tidak beberapa lama, pesanannya pun diterima pengemudi DI menggunakan mobil B 1251 SYG.

Berdasarkan pesanan di aplikasi, harga dari Ciracas Kelapadua Wetan, Jakarta Timur menuju lokasi tujuannya di Metropolitan Land (Metland), Cileungsi, Kabupaten Bogor tertera Rp 68.000.

"Saat itu memang saya membawa barang berupa terpal dan awalnya saya bilang ke pengemudi akan membayar lebih," ceritanya, Kamis (10/8).

Sekitar pukul 20.00 WIB, kendaraan pun tiba di lokasi tujuan. Dibantu DI, korban TH menurunkan terpal dari atas kendaraan. Tidak lama, TH pun membayar ongkos Rp 100.000 dari seharusnya Rp 68.000.

"Ketika sudah dibayar, mobilnya pergi tapi enggak berapa lama balik lagi. Dia minta ongkosnya tetap ditambah. Saya heran, padahal sudah saya kasih lebih Rp 32.000, masih saja nagih," katanya kesal.

Korban mengaku pada saat itu, tidak membawa uang lebih. Di dompetnya hanya tertinggal Rp 100.000 dan sudah diberikan seluruhnya untuk membayar ongkos.

Percekcokan pun terjadi, hingga DI pun melampiaskan kekesalannya dengan memukul TH.

Korban yang bertubuh kecil tidak bisa melawan dan menjadi bulan-bulanan DI. TH mengalami luka sobek di pelipis mata kiri dan bengkak di hidung. Melihat sudah korban tidak berdaya, pelaku meninggalkannya pergi.

Pasca kejadian, dibantu warga sekitar, DI dirujuk ke sebuah klinik dan ia pun melaporkan kejadian yang menimpanya ke Kepolisian Sektor Cileungsi.

Kapolsek Cileungsi Ajun Komisaris Jaka Mulyana dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan untuk mencari pengemudi sopir tersebut.



Baca Juga : Ini Harga Termurah Produk Terbaru Mitsubishi Xpander, Sang 'pembunuh' Avanza-Xenia

"Korban sudah dimintai keterangan dan visum. Kami tengah mencari pelakunya," kata Jaka,




Sumber
Tuesday, August 8, 2017

Mengharukan! Dengan Jerih Payah Puluhan Tahun, Penjual Es Ini Bisa Ajak Istri Berhaji. Apa Rahasianya?




Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi setiap kaum atau umat muslim.

Ibadah tersebut ditujukan kepada yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Namun, penghasilan pas-pasan tak menghalangi Paiman Karso Wiyono untuk berhaji. Tahun ini, kakek berusia 70 tahun asal Keloran, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual es keliling itu berangkat ke Tanah Suci.

Paiman sudah puluhan tahun berjualan es keliling. Calon jamaah haji yang tergabung dalam kloter 35 SOC ini mengumpulkan ongkos berhaji selama puluhan tahun.

Uang tersebut didapat dari hasil berjualan es keliling, mulai memikul dagangannya, ganti gerobak dorong, sampai terakhir menggunakan sepeda motor.

Dia mengaku, mendaftar haji bukanlah perkara mudah. Untuk mendapatkan jatah kursi saja, Paiman beserta istri harus punya uang puluhan juta.

Beruntung, dia sudah menyisihkan sebagian pendapatannya selama puluhan tahun. Begitu tabungan cukup, dia mantapkan diri mendaftar sebagai calon jemaah haji.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Wonogiri, Subadi, ibadah haji sejatinya adalah panggilan.

" Tidak peduli seseorang kaya atau miskin. Saat panggilan itu tiba, semua akan terjadi," tutur Subadi, sebagaimana dikutip dari laman www.jateng.kemenag.go.id, Selasa 8 Agustus 2017.

Selain itu, ukuran ibadah haji bukanlah karena kekayaan. Jika ukurannya kekayaan, maka seluruh orang kaya sudah melaksanakan rukun Islam ke lima ini.





Baca Juga : WOW!! Mobil Terbaru Dari Mitsubishi ini Ternyata Jauh Lebih Murah dari Kompetitor, Ini Dia Harganya

Tapi faktanya banyak orang kaya yang belum menunaikan haji. Ini hanya masalah niat dan "panggilan" dari Allah SWT.



Sumber
Monday, August 7, 2017

Waspadalah Buat Yang Sering Travelling! Rekaman Tak Sengaja ini Beberkan Sisi Gelap di Atas Pesawat!




Tak pernah terlintas dalam benak salah satu penumpang maskapai ini. Dia mengabadikan sepotong video yang direkamnya secara diam-diam di atas pesawat.

Tak disangka dalam hitungan detik telah membeberkan sisi gelap yang tak diketahui penumpang selama ini di atas pesawat!

Saat ini, video yang terekam secara diam-diam itu telah menyebar dengan kecepatan yang menakjubkan di internet, hanya dalam tempo 20 jam, laman “Daily Mail” telah diklik puluhan ribu berbagi, dan lebih dari 700 komentar.

Netizen yang melihat pun marah dan mengecam layanan awak pesawat yang “menjijikkan”.

Sebenarnya video seperti apa yang memicu reaksi keras dari para netter itu? Dan berapa banyak yang anda ketahui di balik cerita ini?

Anda minum air di pesawat, tapi tak disangka air yang anda minum itu mengandung “sesuatu” milik orang lain!

Ini terjadi tiga hari yang lalu sebelum dirilisnya berita yang menghebohkan ini, Saat itu, Yevgeny, penumpang asal Rusia tidak sengaja merekam video itu saat berangkat dari Rusia.

Ia menumpang maskapai Emirates kelas bisnis dalam perjalanan ke Dubai.






Baca Juga : Heboh!! Negara Baru Di Luar Angkasa, Ribuan WNI Sudah Daftar Pindah Kesana! Begini Wujud Negaranya

Dia sangat terkejut dan takjub dengan perangkat di kabin yang sedemikian mewah, dan bagaimana pun tingkat kemewahan dan kenyamanan yang disaksikannya itu tidak bisa dirasakannya di atas pesawat sipil di Rusia.

Yevgeny yang sangat takjub itu tanpa sadar mengambil ponselnya, kemudian merekam video 360 derajat tanpa penyesuaian sudut mati.

Mungkin bagi sebagian besar orang yang melihat sekilas video itu tidak merasakan sesuatu yang janggal, karena itu hanya “rekaman video biasa, jadi apa masalahnya?

Yevgeny sendiri awalnya juga tidak melihat sesuatu yang ganjil, ia hanya menjadikan rekaman videonya itu sebagai catatan perjalanan sesampainya di Dubai, kemudian diposting ke Instagram lalu tidur.

Keesokannya, ia melihat balasan di Instagramnya dengan nada berapi-api emosi. Setelah disimak lebih teliti, ternyata kecaman itu ditujukan pada maskapai pernerbangan!

Kemudian ia melihat rekaman video, dan ternyata semua itu karena ulah pramugari ini!




Tampak pada gambar di atas seorang pramugari dari maskapai Emirates menuangkan kembali bekas minuman anggur merah ke dalam botol.

Saat itu, baru ia sadari, ternyata ia secara tidak sengaja merekam suatu rahasia di belakang kabin.

Pramugari ini terlihat dalam video menuangkan kembali sisa minuman anggur merah penumpang lain ke dalam botol semula. Kemudian dituang lagi ke gelas untuk minum penumpang lain lagi!

Saat itu, ia tidak bisa tenang, karena ia hanya memesan sedikit anggur merah saat di pesawat. Dia ingat anggur merah yang diminumnya itu mungkin telah tercampur dengan air ludah penumpang lain.

Dia nyaris muntah membayangkannya, karena sejumlah besar penyakit menyebar melalui air liur.

Jika seseorang yang memiliki penyakit menular, kemudian menular ke penumpang lain yang tidak tahu apa-apa karena meminum anggur bekas campuran air liur orang lain, maka coba bayangkan sejenak berapa jumlah orang/penumnpang yang akan jatuh sakit karenanya!

Sampai disitu, Yevgeny pun tak bisa duduk dengan tenang, lalu segera periksa ke rumah sakit. Untungnya hasil pemeriksaan menyatakan semuanya masih normal.

Tapi pengalaman itu membuatnya gelisah, karena bagaimana pun maskapai Emirates itu adalah salah satu maskapai penerbangan top dunia.

Jika semua pramugarinya begitu “ngirit”. Lantas bagaimana dengan minuman di maskapai lainnya?

Ini benar-benar menakutkan kalau direnungkan. ”Sebenarnya apa yang saya minum selama ini!” (khususnya di pesawat)

Makin dipikir, darah Yevgeny pun semakin mendidih, lalu ia komplain ke maskapai Emirates, tapi coba tebak apa respon mereka?

Mereka memang menegaskan video itu asli! dan pihak Emirates juga mengakui memang ada tindakan seperti itu di pesawat.

“Kami selalu berusaha memberikan layanan berkualitas. Namun perilaku yang terlihat dalam video ini tidak memenuhi standar kualitas kami, dan kami sedang menyelidiki insiden itu.”

Namun, penjelasan maskapai Emirates, tidak bisa sepenuhnya meyakinkan netizen, Hanya bilang sedang melakukan penyelidikan, lalu beres, begitukah ?

Apakah itu perilaku personal dari pramugarinya, atau aturan tak terpendam dari industri penerbangan. Tolong anda jelaskan!

Jadi, video itu pun menyebar bak panah, semua orang yang melihatnya tengah mencari kebenaran di baliknya.


Baca JugaMengejutkan! Ini Yang Dilakukan Dua Selebrity Saat Kena Semprot Direktorat Jendral Pajak

Tepat pada saat itu! Situs Fashionbeans terkemuka asal Inggris merilis sebuah artikel, yang dibeberkan oleh seorang mantan pramugari yang minta namanya dirahasiakan!

Dia mengatakan dalam artikelnya, apa yang dialami Yevgeny itu murni bukan kebetulan!

Dia juga berharap bisa membeberkan 25 rahasia yang ditutupinya rapat-rapat selama bertahun-tahun melalui kasus yang dialami Yevgeny, dengan harapan bisa mencegah lebih banyak orang tertipu oleh maskapai penerbangan!




Selain air minum kemasan botol, sebaiknya jangan minum minuman cair apa pun di pesawat!

Cukup banyak produk minuman yang bisa dipesan/dipilih di atas pesawat, misalnya air minum kemasan botol, air panas, kopi, atau teh. Minuman-minuman itu paling aman dan bersih.

Pramugari kadang merasa kasihan dengan penumpang yang kehausan. Air dari pesawat menjijikkan. Aku merasa benar-benar kasihan dengan penumpang yang suka minum kopi dan air panas. Air itu ditampung dalam tangki di bawah pesawat dan aku belum pernah melihat tangki itu pernah dibersihkan.

Sebelumnya Environmental Protection Agency International (EPA), pernah melakukan pemeriksaan terhadap semua maskapai penerbangan komersial. Hasilnya ditemukan sejumlah besar bakteri di dalam tangki salah satu di antara 8 pesawat komersial tersebut !

Ini bukan melebih-lebihkan, sebelumnya juga ada pramugari yang mengatakan, “Para pramugari tidak akan pernah mau minum air panas di pesawat! Mereka hanya minum air mineral kemasan.”

Tidak ada yang suka toilet di pesawat. Ruangnya terbatas, pencahayaannya tidak terlalu bagus. Bahkan pramugari berusaha untuk tidak ke toilet selama penerbangan jika memungkinkan.

“Jujur, saya hanya menggunakan toilet di pesawat jika saya harus mencuci tangan atau jika benar-benar harus pergi ke kamar mandi. Jika itu adalah penerbangan singkat dan saya bisa meninggalkan pesawat, saya pasti menunggu sampai saya bisa menggunakan kamar mandi di bandara.”

Mereka mengungkapkan banyak hal yang paling tidak pernah disadari oleh penumpang pesawat. Menonton video, mendengarkan musik atau hanya sekadar meredam suara bising di sekitar, penumpang bisa minta headphone baru kepada pramugari.

Namun, nampaknya banyak maskapai yang menyediakan headphone yang jarang atau bahkan tidak pernah mengganti karet atau busanya.

Jika ingin mendapatkan pelayanan yang lebih baik, usahakan pilih tempat duduk bagian belakang.




Tapi sebagian besar penumpang biasanya selalu memilih tempat duduk paling depan, karena bisa lebih dulu turun pesawat, mengurangi waktu antri.

Tapi banyak pramugari yang diam-diam membocorkan, layanan akan lebih maksimal jika duduk di belakang.

Karena sebagian besar dapur berada di kabin belakang, semua pekerjaan mulai dari sarapan, makanan ringan dan semacamnya hampir semuanya dimulai dari kabin belakang.



Baca Juga : WOW!! Mobil Terbaru Dari Mitsubishi ini Ternyata Jauh Lebih Murah dari Kompetitor, Ini Dia Harganya

Anda bisa minta lebih makanan penutup/makanan ringan, chocolate, minuman, bantal atau bahkan sikat gigi.




Inilah video yang menghebohkan dunia travelling tersebut :




Sumber
Saturday, July 29, 2017

Heboh!! Negara Baru Di Luar Angkasa, Ribuan WNI Sudah Daftar Pindah Kesana! Begini Wujud Negaranya...


Menjadikan luar angkasa sebagai tempat tinggal manusia jika benar-benar terwujud akan menjadi kenyataan.

Bahkan kawasan ini akan menjadi sebuah negara yang berdaulat memiliki konsep pemerintahan dan sistem tersendiri.





Ternyata sejak didengungkan oleh ilmuwan Rusia, Igor Ashurbeyli, ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) diketahui sudah mendaftarkan diri menjadi warga negara luar angkasa Asgardia.



Jika dilihat dari situs resminya, sebanyak ribuan jiwa terdaftar menjadi Warga Negara luar angksa ini.

Jika dipantau lagi lebih mendalam ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) ikut masuk dalam pendaftaran. Total mencapai lebih dari 11.000 jiwa.

Kelak terwujud, warga negara yang bermukim di negara luar angkasa ini akan memiliki dwi kewarganegaraan.

Sebagaimana tercantum dalam situsnya, pendaftar dari Indonesia tersebar berbagai kota-kota besar sejumlah provinsi di Indonesia.

Kota-kota yang tercantum seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, Surabaya serta sejumlah Kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.



Tercantum dari laman web tersebut, ada 460 orang dari Medan, yang mendaftarkan sebagai Asgardian.

Sedangkan warga DKI Jakarta yang mendaftarkan sebanyak 1734 orang, Surabaya 509 orang, Bandung sebanyak 741 orang.

Kota lainnya yang memiliki pendaftar adalah Bekasi 619 orang dan Tangerang 575. Pendaftar dari daerah lainnya adalah Bali sebanyak 25 pendaftar.

Ternyata pendaftar terbanyak berasal dari Turki, disusul Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, dan Inggris.



Tentu ada biaya besar untuk membangun tempat tinggal di luar angksa. Pendanaan ini berasal dari Aerospace International Research Center.

Secara total, jumlah dana yang dibutuhkan sebanyak US$ 100 miliar atau setara dengan Rp 1331 triliun.





Sumber : https://asgardia.space/en/
Thursday, July 20, 2017

Mengejutkan!! Hotel Yang Berada Di Daerah Terpencil Indonesia Ini Menjadi Hotel Ranking 1 Di Dunia Selama 2 tahun berturut-turut ulai 2016! Bantu SHARE agar Makin Terkenal!


Bisnis tempat penginapan jadi salah satu bisnis paling menggiurkan di dunia. Buktinya, jumlah hotel dan tempat penginapan di dunia semakin sesak. Tapi, hanya sedikit dari mereka yang bisa memberikan rasa kepuasan batin pada para pelanggan.

Nah, majalah travel populer di dunia, Travel + Leisure, setiap tahun membuat survey soal hotel terbaik dunia. Majalah ini membat daftar 100 hotel terbaik dunia.

Polling dilakukan dengan cara mengadakan jejak pendapat ke para pembaca majalah ini. Tahu hotel mana yang berada di posisi paling atas daftar tersebut?


 
Mengejutkan, tapi hotel itu ternyata berada di sebuah daerah yang relatif terpencil di Indonesia. Jaraknya, sekitar 137 km dari ibukota Nusa Tenggara Timur, Kupang.

Hotel itu adalah Nihi Sumba Island, yang sebelumnya dikenal dengan Nihiwatu. Hotel ini dinobatkan sebagai #1 Hotel in The World 2017.

Pengumuman penghargaan ini dilakukan pada Rabu (12/7/2017). Yang lebih mengejutkan, raihan ini ternyata diperoleh Nihiwatu dalam dua tahun berturut-turut sejak 2016.

Hotel ini memang bukan hotel murah. Harga sewa kamarnya, yang termurah mulai Rp 9,9 juta per malam.


Tak hanya tempat menginap, tapi di hotel ini, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas di alam, seperti memancing, surfing, snorkeling, menunggang kuda, hingga sesi yoga di alam terbuka.

Hotel ini terdiri dari 33 vila dengan total 38 kamar. Tiap kamar punya kolam renang pribadi. Di samping itu Nihi menyediakan pantai pribadi atau private beach sepanjang 2,5 kilometer.

Hmm.. Pantesan mendapat peringak ranking 1 hotel di dunia..




Tuesday, June 27, 2017

Menyeramkan! Kisah Angker Pos 2 Gunung Klabat, Headlamp Mendadak Mati Hingga Sosok Tanpa Wajah. Berani ?


 Gunung Klabat bukan hanya berpredikat gunung tertinggi di Sulawesi Utara, tapi di balik kemegahannya, gunung ini ternyata menyimpan banyak cerita misteri yang sulit dipahami para pendaki.

Dua kali menjajal trek pendakian Gunung Klabat, baru kali ini saya bisa melihat dari dekat salah satu spot yang paling sering jadi buah bibir di kalangan pendaki.

Berkesempatan mendaki pagi, saya tiba di pos pemberhentian kedua usai menjajal medan pendakian cukup panjang, sekitar dua jam perjalanan dari pos satu.
Di sinilah tempatnya, gumanku.

Beristirahat sejenak untuk makan dan memulihkan energi yang sedikit terkuras, saya dan dua teman pendaki lain melanjutkan perjalanan untuk menuju pos tiga yang berjarak sekitar 45 menit.

Sebelumnya, kami harus melintasi spot yang menyimpan misteri tersebut.
Oh ternyata tempat yang selama ini jadi buah bibir itu adalah sebuah batu dengan ukuran besar, dengan bagian atas agak datar.

Terdapat sejumlah tulisan dari cat putih di bagian depan batu besar tersebut.
Pandangan saya terhenti pada sebatang kayu yang sudah usang, tertancap tepat di depan batu besar tersebut.

Di bagian atas kayu itu terdapat sebuah topi 'koboi' yang sudah ditumbuhi lumut.

"Topi siapa ini?" tanyaku dalam hati.
Hanya sedikit petunjuk yang kutemukan, yaitu sebuah tulisan yang berada di bagian belakang topi, tergores di sisi depan batu besar. "Tuama: Oi", yang sepengetahuanku adalah sebutan atau panggilan untuk pria yang dihormati dari kalangan adat Minahasa.

Yang pasti ini topi sudah berada di tempat ini untuk waktu yang sangat lama, hingga sudah ditumbuhi lumut.

Mata dan kameraku terus liar menelusuri setiap lekuk dari spot batu besar ini. Ada semacam sisa bakaran di depan topi berlumut, berupa arang, dan sedikit berbau kemenyan. Ada juga semacam dedaunan berisi ceceran bekas sisa makanan.

"Batu ini adalah tempat orang berdoa, sambil bawa sesajen," ungkap temanku.
Kaget, dalam hati ku bertanya berdoa untuk siapa di tempat sesunyi ini?
"Ini kan jauh, kok bisa orang mau mendaki sampai kesini hanya untuk berdoa?" tanyaku penasaran.

Kata temanku aktivitas 'mistis' seperti ini sudah biasa dan sudah bertahun-tahun dilakoni banyak orang di tempat ini

"Biasanya mereka bawa rokok, makanan. Kalau pas mendaki dan kami temukan, kami ambil, bodo amat. Mumpung tambah bekal untuk pendakian hahaha" ujar temanku.

Kami pun melanjutkan perjalanan, tapi hatiku masih penuh dengan tanda tanya.
"Jadi ini semacam tempat penyembahan berhala begitu?" ku coba berdiskusi dengan diri sendiri.

Gara-gara menemukan tempat ini, saya jadi teringat sejumlah cerita mistis yang pernah diungkapkan beberapa teman tentang angkernya pos dua Gunung Klabat.
Sebagai orang yang tak peduli dengan hal-hal mistis seperti ini, saya harus mencoba untuk tidak menghiraukan, tapi cerita-cerita itu terus berputar dalam otak selagi kaki terus melangkah menjajal trek pendakian menuju empat pos terakhir sebelum tiba di puncak Gunung Klabat.

Sebelum pendakian pertamaku Maret 2016 silam, seorang teman sempat bercerita tentang pengalamannya terpaksa mendaki sendirian saat malam hari.

Saya sempat jengkel karena itu pengalaman pertamaku mendaki dan sudah dicekoki cerita yang tak mengenakan.

Waktu itu ada kegiatan bersama Mapala di puncak Klabat. Ia pun harus mendaki sendirian karena teman-temannya sudah tiba duluan. Saat beristirahat di pos dua lah ia mengalami apa yang sulit dimengerti logika.

Duduk sambil makan ia lakukan tepat di dekat batu besar tersebut.

"Headlamp mendadak mati. Saya coba menyalakan obor minyak cadangan yang kubawa, beberapa detik dinyalakan apinya mendadak mati seperti terhisap. Ku coba ambil lilin, nyalakan pemantik api pun sama, hanya beberapa detik dan mendadak mati," ungkapnya.

Dalam kondisi gelap gulita dan kabut yang mulai turun, sang teman yang terbilang pemberani itu bangkit, meraba-raba tas, mengemas sisa makanan dan melanjutkan perjalanan berbekal intuisi.

Bersyukur ini bukan kali pertama ia mendaki. Sebagai seorang tur guide, ia sudah hafal jalur pendakian di pos ini. Alhasil, sambil setengah meraba-raba dalam kegelapan, ia melanjutkan pendakian.

"Percaya atau tidak, saat nyampe di pos tiga baru headlamp dan obor bisa menyala, saya tertawa sekeras-kerasnya," ungkapnya.

Kisah headlamp mendadak mati ini akhirnya membuat saya ingat, ahaaa! Bukankah waktu pendakian pertama lalu headlamp ku yang baru dibeli dua buah, lengkap dengan baterai baru pun mati secara misterius saat istirahat makan di pos dua.

Ingatan ini bikin sedikit begidik, tapi saya senyum aja karena fakta yang tak diharapkan ini jadi cerita tersendiri ketika kali kedua mendaki Klabat. Menemukan semacam benang merah, yang menjawab pertanyaanku sendiri, kok bisa headlamp baru tak bisa menyala.

Anehnya, pulang rumah, dua headlamp itu menyala terang sekali. Bahkan sering kupakai untuk membantu penerangan di kamar untuk baca Alkitab. Cuman bisa tertawa saat mengingatnya.

Kisah lain yang tak kalah seru adalah cerita teman sesama pendaki lain yang juga mengalami pengalaman tak terlupakan saat melintasi pos dua Gunung Klabat.

"Kebetulan mendaki sendiri, jadi sampai di pos dua istirahat untuk makan malam," ungkapnya.

Berbeda dengan kasus headlamp mati mendadak, temanku ini tak mengalami pengalaman yang sama. Headlamp nya baik-baik saja.

Yang bikin ia begidik adalah usai makan dan melanjutkan perjalanan, baru saja keluar dari pos dua melintas dekat batu besar di sisi trek pendakian ia ketemu seseorang membawa sekitar sembilan ekor binatang mirip anjing yang diikat tali dan talinya dililit jadi satu.

Samar-samar dari arah depan, sosok dengan sembilan ekor binatang itu jalan menurun hendak berpapasan dengannya. Tak mau sinar headlampnya mengganggu pandangan, ia membengkokkan headlampnya ke arah bawah.

Saat berpapasan itulah, jantungnya berdegup tak karuan, bulu roma berdiri saat melirik sejenak ke arah sosok tersebut.
"Gila, pas lihat wajahnya kok tak ada mata, hidung, dan mulut, pelat datar begitu," ungkapnya.

Berusaha tak panik, ia berusaha melanjutkan perjalanan tanpa pernah lagi menoleh kebelakang.

"Saya pernah dengar kata warga kampung dekat Klabat. Katanya kalau ketemu pria sudah agak tua dan tak ada wajahnya ketika melintas jalur pendakian mesti waspada. Biasanya itu pertanda bakal hilang di gunung.

Tapi bersyukur saya tak mengalami itu," ungkapnya.
Saya pun masih bertanya-tanya, apalah ada hubungannya antara batu besar tempat sesajen, topi berlumut dan sejumlah kisah aneh ini? aaah membingungkan.

Kisah mistis di Gunung Klabat bukan hanya terjadi pos dua, banyak juga kejadian pendaki hilang saat melintas di jalur pendakian pos lain. Ada yang tiba-tiba muncul di tempat lain yang ia tak kenal.

Ada juga yang tiba-tiba hilang arah di puncak ketika kabut tebal turun, dan masih banyak lagi cerita pendaki hilang di Gunung Klabat dan baru ditemukan beberapa hari kemudian, bahkan dari cerita yang kudengar ada yang tak ditemukan sampai sekarang.

Cerita yang terakhir adalah pendaki yang hilang di puncak baru ditemukan dalam keadaan telanjang di Desa Dimembe Minut.

Dari ceritanya, ia sempat lihat kawan-kawannya yang mencari dia, tapi mereka tak bisa melihatnya dan mendengar suaranya saat minta tolong. Seolah ada sesuatu yang menghalangi pandangan mata mereka.

Banyak sekali cerita mistis yang sulit dimengerti dialami pendaki Gunung Klabat.
Apapun itu, saya sendiri tak terlalu ambil pusing dengan hal-hal yang menurut saya tak masuk akal.

Prinsipnya, sebagai orang yang percaya kemahakuasaan Tuhan, hal yang paling penting dilakukan sebelum memulai pendakian adalah berdoa, menyerahkan seluruh perjalanan kepada prlindungan-Nya. Sambil tentu saja menjaga sikap selama mendaki.

Bersyukur, dua kali mendaki Klabat semuanya berjalan lancar.

Di balik kisah-kisah mistis yang masih menjadi misteri, Gunung Klabat tetap menyedot perhatian banyak pendaki. Bahkan saat ini, gunung tertinggi di Sulut ini makin ramai dan menjadi destinasi wisata pendaki bukan hanya dari Sulut tapi hingga mancanegara.

Jalurnya yang menantang dengan medan miring sejak awal pendakian hingga ke puncak, bahkan mencapai angka kemiringan lebih hingga 70 derajat di sejumlah spot, tak ayal membuat banyak pendaki menyerah.


Tapi inilah yang membuat Klabat bikin jatuh hati. Kapok pertama kali mendaki, setelah itu bakal ketagihan.

Belum lagi dengan deretan flora dan fauna unik yang bisa ditemukan di sepanjang jalur pendakian.

Bahkan hewan-hewan endemik semisal Yaki Pantat Merah (Macaca nigra), Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus), hingga berbagai jenis burung akan menjadi hiburan tersendiri saat beristirahat di sejumlah pos pendakian.

Menikmatinya sambil mandi kabut di pos empat menuju lima, wooooow pengalaman tak kan terlupakan.

Di pos enam teman-teman bisa temukan Hutan Lumut yang unik itu, Danau Klabat, deretan pepohonan strowberi hutan (Rubus fraxinifolius Poir

Ke arah puncak kalau beruntung bisa merasakan sensasi melihat lautan awan, segitiga bayangan Klabat saat sunrise, dan yang bagi saya paling tak terlupakan adalah melihat dari dekat cantiknya Bunga Abadi Edelwess (Anaphalis javanica) di dekat tebing-tebing puncak Gunung Klabat.

Semua pesona ini ngalahin deh 'ketakutan' gara-gara cerita mistis di jalur pendakian Klabat, hehehe. Bagi saya, itu hanya sekedar cerita selingan yang yaah cukup menghiburlah setiap mendaki Gunung Klabat.

Bagaimana, sudah siap mendaki? Gunung Klabat Sulawesi Utara menunggumu! Jangan lupa ajak orang-orang yang anda sayangi  :)



Saturday, June 10, 2017

Masjid Mirip Kabah Ini Cocok Jadi Tujuan Wisata Ramadan


Di bulan Ramadan seperti sekarang, melakukan wisata religi bisa menjadi pilihan aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Selain media untuk " refreshing" , berwisata religi tentunya bisa jadi jalan untuk menambah pengalaman sekaligus wawasan tentang banyak hal.

Nah, salah satu tempat yang bisa dikunjungi oleh kamu yang ingin berwisata religi adalah masjid unik ini nih. Bentuknya yang unik menyerupai Kabah, membuat nama masjid ini sedang sangat populer beberapa waktu belakangan.

Lokasinya ada di Jalan Kalijati Timur, Desa Kalijati Timur, Kecamatan Kalijati, Subang. Masjid Kabah ini diberi nama At-Toyibah.

Dan usut punya usut, masjid ini memang sengaja dibangun menyerupai Kabah di Masjidil Haram Mekah lantaran terinspirasi akan kerinduan sang pemilik untuk kembali menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Dan menariknya, ternyata bukan hanya arsitektur masjidnya saja yang berbentuk Kabah, di area komplek masjid ini juga terdapat replika Hijr Ismail hingga miniatur bukit Marwah. Masya Allah... keren ya?